10 Tahun Lamanya Aku Merawat Ayah Mertua yang Lumpuh, Namun Ketika Mendengar Isi Surat Wasiatnya, Hatiku Serasa Disambar Petir!

Setelah berkahwin saya dan suami tinggal bersama dengan ayah mertua dan kakak ipar. Lain denganku yang hanya seorang gadis desa, kakak ipar berasal dari keluarga berada. Walaupun sudah lebih dulu tinggal di sana, namun kakak ipar tak pernah menyentuh pekerjaan rumah sedikitpun. Sehari-hari ia memerintahku untuk melakukan ini dan itu seperti puan besar yang hanya modal mulut sahaja. Walaupun merasa diperlakukan seperti seorang pembantu, namun aku tetap bersabar dan menahan diri demi menjaga keharmonian keluarga.

Suatu kali ibu saya datang dari kampung untuk melawat saya. Baru saja ibu menjejakkan kaki ke rumah, kakak ipar tak segan-segan menutup hidung dan berkata, “Aduh! Bau busuk sangatni !! Dia tak nginap di sini kan? Dua hari lagi mamaku mau datang juga, aku tak mau bilik tetamu kotor dan bau! ”

Aku marah besar mendengar dia menghina ibu. Ketika aku hendak mendekat dan menampar dia, ibu langsung mencegah dan mencengkam tanganku erat. Akhirnya aku membawa ibu untuk tinggal di hotel berdekatan. Sesampainya di hotel ibu berkata, “Anak bodoh, tak perlu marah seperti itu. Ibu yang salah tidak membersihkan diri dengan baik. Tak baik jika hubunganmu dan kakak ipar retak hanya kerana masalah remeh-temeh seperti ini.”

Loading...

Aku merasa sangat tak berdaya, yang boleh aku lakukan hanya memeluk ibu erat-erat sambil memangis …

Beberapa tahun kemudian ayah mertuaku diserang strok yang membuatnya lumpuh total. Setiap hari aku memberinya makan, membersihkan dan mengurut badannya serta menemaninya berbual.Suatu ketika aku pulang ke kampung melawat ibu selama dua hari.

Ketika aku kembali, bilik ayah mertua sudah bau busuk, ranjangnya penuh dengan kotoran. Setelah selesai membersihkan ayah mertua, aku segera menghampiri kakak ipar. Dengan suara tinggi aku berkata, 」Kakak sungguh keterlaluan! Kakak sampai hati membiarkan ayah seperti itu ?! 」

Tak kusangka kakak iparku malah balik teriak,” Heh perempuan murahan! Aku bukan kamu! Aku tak akan nyentuh perkara menjijikkan macam itu! ” Aku tak habis fikir, sebegitu sombongnya kakak ipar, ia sampai hati membiarkan ayah mertua seperti itu!

Setelah 10 tahun berlalu, ayah mertua akhirnya menutup mata dengan tenang. Di hari pengkebumian, seorang peguam datang untuk mengumumkan surat wasiat dari ayah. Aku seakan disambar petir ketika mendengar isi surat wasiat tersebut! Bagaimana tidak, ayah mertua mewariskan rumah dan seluruh harta miliknya untuk kakak ipar dan suaminya! Ia bahkan tak menyebut namaku dan suamiku sama sekali di dalam surat wasiatnya!

Loading...

Aku menjaga ayah mertua dengan tulus, tapi jujur ​​saja, sukar bagi saya untuk menerima kenyataan bahawa ayah mertua mewariskan seluruh hartanya kepada kakak ipar dan suaminya yang tak pernah peduli terhadapnya. Sempat terlintas dalam benakku, mungkin saja kakak ipar mengubah isi surat wasiat itu diam-diam.

Namun suamiku melarang untuk melakukan penyelidikan. “Sudahlah, kita tidak kekurangan wang juga. Jika memang kita ditakdirkan memiliki harta itu, kita pasti akan tetap mendapatkannya suatu hari. Tuhan punya cara yang ajaib untuk memberikan rezeki itu pada kita. Jika benar kakak berbuat curang, aku yakin, cepat atau lambat, ia akan menanggung akibatnya sendiri. ” Jika difikir-fikir, perkataan suamiku memang ada benarnya. Walaupun berat, akhirnya aku memutuskan untuk mengikhlaskan saja. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang kita punya bukan?

 

Yang setuju, jom share artikel ini sebanyak-banyaknya!

 

Sumber: Coco

Loading...