KEJAM!! Tapi itulah Realitinya. Mereka Menerima Emel dari Seseorang Tanpa Nama Disertakan Dengan Beberapa Gambar Misteri Kekejaman

 

Yayasan Binatang Liar Thailand (Wildlife Friends Foundation Thailand) menerima sebuah email yang berisi bahwa dia menemukan makhluk hidup yang perlukan bantuan di “celahan kotor”.

Para voluntir buru-buru ke tempat tersebut. Tidak ada yang menyangka hal seperti ini bisa terjadi.

Loading...

Tempat itu tidak bisa diakses oleh mobil dan sangat kontor dan berantakan. Mereka menemukan monyet yang berwajah merah itu di tempat yang sangat sempit, mukanya mengintip dari kawat berduri.

Menurut penelitian, monyet ini sudah terkurung disana selama 25 tahun!! Tim voluntir buru-buru membuat lobang untuk menyelamatkan monyet itu dan diberi nama Joe.

Edwin Kien, pendiri yayasan ini berkata, “Aku sering melihat binatang yang disiksa, tapi kasus ini sangat jarang! Dari foto yang dikirim lewat email bisa dilihat hidupnya sangat kacau!”

Loading...

Celah itu diberi nama “Celah Neraka” karena tempatnya yang sempit. Joe hanya bisa hidup dalam kegelapan, tidak ada air, dan sendirian. Dia hanya bisa makan dari sampah di sana dan tinggal bersama tikus.

Ototnya mengecil, giginya didalam kondisi yang sangat buruk. Disana bahkan hampir tidak ada cahaya matahari. Joe masih bisa hidup karena banyak orang yang membuang sampah sembarang atau memberi dia makan. Tapi yang anehnya, tidak ada yang berusaha menolongnya.

Setelah ditolong, mereka membungkusnya dengan handuk. Memberinya perhatian supaya dia tahu bahwa mereka adalah orang baik yang ingin menolongnya.

Awalnya, kakinya tidak ada tenaga untuk merangkak apalagi jalan. Nutrisinya sangat tidak cukup. Kalau tidak dibantu, berdiri saja tidak akan bisa. Setelah diberi banyak pisang, diberi perhatian dan dipijit oleh para voluntir, Joe pelan-pelan ada tenaga dan semakin sehat.

Yayasan ini bahkan menemukan pemilik aslinya. Ternyata dia berasal dari kebun binatang kecil. Tapi pada tahun 1991, pemiliknya membuangnya disana. Teganya…

Sekarang, Joe sudah bisa jalan loh dan suka lari sini lari sana, menikmati kebebasannya yang akhirnya datang juga. Untung saja sekarang dia sudah bebas.

Loading...

Monyet ini biasanya kira-kira bisa hidup 35 tahun. Seengaknya Joe bisa menikmati sisa hidupnya dilingkungan yang nyaman dan bahagia.

Sumber: XB

 

 

Wanita 25 Tahun ini Mengambil Lelaki Terencat ini Sebagai Anak Angkat. Ramai yang Melarangnya. Setelah Diberitahu, Rupanya Lelaki Cacat itu Sebenarnya Pernah..

 

Suatu hari seorang wanita usia 25 asal Santa Fe, Argentina bernama Rosanna Maidana ini sedang bermain dengan putranya, Renzo yang masih usia 2 tahun di taman. Renzo tiba-tiba melihat kuda disana, ia dengan cepat lari ke arah kuda, karena sangat tiba-tiba kudanya ketakutan secara refleks kuda itu membalik baik badan dan secara tidak sengaja menendang Renzo,

Rosanna yang tidak sempat menghentikan kejadian tragis ini, alhasil kepala Renzo terbentur keras dan mengubah hidupnya.

Setelah kejadian itu Renzo pun langsung dilarikan ke rumah sakit, namun hasil diagnosisnya tidak membawa kabar baik: Renzo menderita luka parah pada bagian kepala dan hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Dengan kerusakan neurologis yang luas, anak itu harus tetap hidup dengan bantuan alat bantu medis. Sejak kejadian mengerikan ini, Renzo hanya bisa beraktivitas di kasurnya.

Selama beberapa tahun berikutnya, Rosanna sering membawa Renzo ke rumah sakit, untuk melakukan pengecekan rutin. Suatu hari Rosanna melihat seorang perawat menemani seorang anak dengan masalah yang sama dengan yang diderita anaknya.

Anehnya, anak itu sendirian tidak ada anggota keluarga yang menemaninya, Rosanna kemudian bertanya pada perawat itu, siapa dia? Saat itulah dia mengetahui kisah menyedihkan anak ini, Axel Figueroa.

Seorang anak laki-laki yang dibuang orangtuanya karena menderita gangguan neurologis!

Sama seperti Renzo, Axel awalnya juga anak yang normal. Namun, ibu kandung dan pasangannya sering melakukan tindakan keras terhadapnya. Sehingga di usia 2 tahun Alex mengalami  luka di bagian otaknya.

Rosanna merasa sedih setelah mengetahui  kisah sedih Axel ia berkata: “Sejak pertama kali saya melihatnya, saya tidak dapat berhenti memikirkannya dan ingin membawanya pulang. Saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana seorang ibu bisa meninggalkannya.” kata Rosanna lagi.

Meskipun ia belum begitu mengenal  Axel, namun ia tahu, Alex  tinggal di sebuah panti asuhan yang biasanya menampung anak-anak dengan kelainan khusus.

Meski usianya masih kecil, Rosanna yang berusia 25 tahun sangat jelas dalam satu hal, yaitu ia harus mengadopsi Axel dan memberikan kehangatan sebagai keluarga yang pantas ia peroleh.

Sedangkan  Rosanna sendiri memiliki anak laki-laki berusia tiga tahun setelah Renzo saat itu, maka ia meminta bantuan orang tuanya untuk dokumentasi pengadopsian anak, dalam proses ini sedikit sulit karena Rosanna sendiri adalah ibu tunggal.

Setahun setelah memulai proses untuk mengadopsi Axel, Rosanna mengalami tragedi yang tidak seharusnya dimiliki orang tua, yaitu Renzo meninggal.

Rosanna sangat terpukul  namun ia kemudian mengatakan ” Saya harus tegar,  bahwa di luar sana masih ada seorang anak yang sedang menunggu untuk mendapat keluarga,” kata Rosanna. Dia kemudian bersikeras untuk mencoba mengadopsi Axel.

Rosanna pergi ke pusat pengadopsian, mengisi ratusan formulir, dan melakukan banyak pemeriksaan psikologis. Syukurlah, semua upayanya terbayar saat dia akhirnya bisa memanggil dirinya sebagai ibu resmi Axel pada bulan Agustus 2014.

Sejak saat itu, Rosanna, Axel, dan anak laki-lakinya dapat hidup bahagia sebagai sebuah keluarga. Renzo tetap dalam kenangannya. Berkat niat baik Rosanna, Axel bisa merasakan kasih sayang yang penuh dalam sebuah keluarga, yang selama ini ia butuhkan.

“Ketika saya memandikannya, saya menyadari bahwa ada bagian-bagian kepalanya yang hilang dan saya bertanya-tanya bagaimana anak berusia dua tahun bisa disiksa seperti itu,” kata Rosanna.

Rosanna juga membuat kita sadar akan kesulitan anak cacat apalagi tanpa orang tua. Banyak dari mereka diasingkan dalam keluarganya, ditempatkan  di panti asuhan tapi tidak menerima cinta yang layak dimiliki seorang anak.

Axel adalah salah satu anak yang beruntung, Masih banyak sekali anak di luar sana yang menanti diadopsi. Semoga di dunia ini semakin banyak orang-orang  bisa bertindak seperti Rosanna!

Sumber: Xiba0

Loading...