SEDIH!! Seorang Anak telah Meninggal Dunia dan Ayahnya Telah Memuatnaik Status “Ini Adalah Hadiah Terbaik Buatku”

 

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Anak Sedunia. Hari ini seharusnya dirayakan bersama anak tercinta. Papa, mama dan anak, semuanya berkumpul bersama dan menikmati hari ini dengan gembira.

Loading...

Namun seorang ayah bermarga Liu di Nanjing, Tiongkok, tidak memiliki kesempatan itu. Gadis kecilnya yang baru berumur 4 tahun didiagnosis menderita tumor otak. Para ahli medis pun menyarankan kepada Liu untuk melepas kepergian anaknya, biarkan anaknya memiliki masa-masa terakhir yang bahagia.

Hati semua orang hancur saat Liu mengucapkan kata, “Anakku, tidurlah dengan tenang….”

Liu bercerita, seluruh keluarga merasa sangat khawatir dengan kondisi anaknya, namun mereka tidak berdaya karena tetap harus mencari nafkah. “Kita semua harus tetap bekerja, membiayai keluarga!”

▼ Tanggal 17 bulan Juni, kondisinya sudah sangat lemah. Matanya memelas seperti ingin tidur, sambil papa dan mama menceritakan dongeng untuknya.

Loading...

▼ Tanggal 18 bulan Juni, Liu pun mengirimkan sebuah pesan kepada wartawan yang menanyakan kabarnya.

“Anakku tersayang hari ini telah menjadi malaikat kecil dan pergi ke surga. Ini adalah hadiah hari Ayah terbaik yang ia berikan padaku. Hari ini saya sudah membawanya untuk mendonasikan kornea matanya. Semoga matanya yang indah tetap berada di dunia ini.”

 

▼  Liu juga menuliskan di blognya, “Kalau diberi kesempatan sekali lagi, kami tidak tahu apakah kita akan memilih jalan yang sama. Mungkin kita akan mencoba untuk menyembuhkanmu, sampai titik darah penghabisan….

Mungkin setelah selesai operasi, kami akan membawamu jalan-jalan melihat banyak pemandangan yang indah, kebun binatang, lalu membiarkanmu pergi……”

“Kami berkali-kali membayangkan bagaimana ke depannya… Harus berapa kali rehabilitasi baru bisa sembuh? Apakah ada TK yang mau menerimanya? Apakah pelajaran di sekolah bisa terkejar? Apakah bisa tumbuh tinggi?

Apakah ada lelaki yang akan menyukainya? Apa yang akan menjadi kegemarannya ketika ia tumbuh besar nanti? Apakah perlu ayah dan ibu merintis sebuah kedai kuih, lalu membiarkannya mewarisinya? Dengan begitu ia tidak perlu susah payah untuk hidup.

Kita pelihara seekor anjing biar ada menemani. Kita beli rumah yang ada halaman besarnya, biar ia bisa menanam bunga yang ia suka. Kalau ada waktu, kita pergi ke taman bermain, kebun binatang, ke manapun ia senang….” Setiap kata yang ditulis menunjukkan cinta seorang ayah kepada anaknya.

Loading...

Semoga malakai kecil ini dapat tidur dengan tenang di atas sana.

Sumber: pixpo

 

 

Suami Isteri ini Masuk ke Restoran 5 Bintang. Namun Si Isteri Hanya Order Sup Sayur Sahaja. Bila Ditanya, Dia Mengatakan Semua Dompet, Jam Tangan dan Kad Kredit Suaminya Telah Dia Buang. Yang Tinggal Hanya RM5. Tindakannya Menyebabkan Suaminya Naik Angin. Tetapi Bila Tau Tujuannya Isterinya, Akhirnya Si Suami Menyesal Kerana..

 

Sepasang suami istri berusia sekitar 40 tahun datang ke sebuah restoran bintang lima. Mereka terlihat seperti kalangan menengah ke atas, membawa beg mewah, layaknya sedang pariwisata dan masuk ke restoran mewah ini.

Ketika pelayan datang membawakan menu, suaminya bilang, “Kamu mau makan apa pesan aja!”. Tanpa melihat menu tersebut, sang istri langsung memesan, “Kami pesan 1 mangkuk sup sayur! Udah itu aja!”

Pelayannya pun bingung. Masa datang ke restoran mahal seperti ini pesannya cuma sup sayur?

Suaminya pun juga bingung dan bilang, “Kenapa kamu pesan sup sayur ? Emang kita tak punya duit!?”

Sang istri bilang, “Aku pengen makan sup sayur emang kenapa!?”

Sang suami pun menuruti keinginan istrinya, “Ya Sudah… sup sayurnya 2 mangkuk.”

“tak! 1 mangkuk aja!”, kata istrinya.

“Hah? 1 mangkuk mau makan apa?”, suaminya pun mengerutkan kening.

Sang istri berkata, “Kan kamu udah janji mau nurutin aku!” Suaminya pun terdiam.

Setelah sup sayurnya datang, istrinya malah tak makan, tapi cuma liatin tuh sup sayur , seakan-akan sayang untuk dimakan.

Suaminya pun bertanya, “Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kamu lakukan. Jadi kita jauh-jauh datang ke sini cuma buat makan sup sayur?”

Sang istri berkata, “Aku suka emang kenapa?”

Mendengar perkataan istrinya, sang suami pun menghela nafasnya. Ia sudah sangat kelaparan dan memanggil pelayan, sekaligus pesan 7 macam makanan!

Siapa sangka istrinya bilang sama pelayannya, “Kamu sebaiknya tanya dulu dia punya duit buat bayar tak. Nanti dia udah makan tak bayar.”

Sang suami langsung kaget. “Enak aja! Kamu pikir aku tak punya duit!?” Suaminya langsung merogoh koceknya mengambil dompet. “Lho? Dompetku mana??” Bukan cuma dompetnya, ponselnya pun juga tidak ada.

Sang istri berkata, “Dompet dan HPmu udah aku bduit!”

Suaminya denger langsung naik darah, “Kamu gila yah!?” Ia pun langsung membuka kopernya seakan-akan mencari sesuatu.

“Udah tak usah cari lagi. Jam tanganmu, kartu kreditmu juga sudah aku bduit. Semua barang yang berharga sudah aku buang semua. Sekarang kita cuma punya 5 dollar, cuma cukup untuk membeli semangkuk sup sayur ini.”

Sang suami pun murka, “Kamu sudah gila yah! Kita gimana pulang nanti!?”

Dengan tenang, istrinya menjawab, “Kan kita masih punya 2 kaki, bisa jalan pulang.”

Saking marahnya suaminya tidak bisa melontarkan satu kata pun.

Istrinya bilang, “Kamu tak ingat? Dua puluh tahun lalu, kita juga seperti sekarang, tidak punya apa-apa, tetapi kita tetap bisa jalan pulang ke rumah. Masih ingat tak?”

“Apa kamu bilang!?”, kata suaminya dengan muka bingung.

Sang istri pun menghela nafas dan berkata, “Sepertinya kamu benar-benar sudah tidak ingat lagi… 20 tahun yang lalu, kita pernah datang ke sini. Waktu itu, kita tidak punya duit. Modal kita untuk buka usaha semuanya habis ditipu orang. Kita tidak punya ongkos untuk pulang dan harus jalan kaki. Waktu itu duit kita sisa 5 dollar, lewat depan sini, kita masuk dan memesan semangkuk sup sayur. Dulu sini masih kios sup sayur, bukan restoran megah seperti sekarang.”

Sang istri pun meminta mangkuk kosong ke pelayan yang menyaksikan semuanya dari tadi. Pelayan cepat-cepat membawakan mangkuk kosong. Sang istri pun membagikan setengah sup sayurnya kepada suaminya. “Ayo makan. Selesai makan kita jalan pulang!”

Sang suami menatapi mangkuk di depannya dan berkata, “Aku tidak lapar. Kamu saja yang makan.”

Mata sang istri berlinang air mata, “20 tahun yang lalu, kamu juga bilang begitu! Bilang kamu tak lapar, padahal….” Ia pun berhenti makan dan hanya duduk diam menatap suaminya.

Suaminya bilang, “Kenapa kamu tidak makan?”

Istrinya bilang sambil meneteskan air mata, “20 tahun yang lalu aku jawab, mau makan yah makan sama-sama! Kalau kamu tak makan, aku juga tak makan! Sekarang pun begitu!”

Sang suami terdiam. Ia mengambil sendoknya dan memakan sup sayur itu. Sang istri melihatnya makan dan tersenyum-senyum. Sepasang suami istri ini menghabiskan sup sayur tersebut tanpa sepatah kata dengan mata yang berkaca-kaca.

Selesai makan, sang istri bertanya, “Kenyang?” Sang suami diam saja.

“Coba lihat ke dalam sepatumu”, kata istrinya.

Dengan wajah bingung, suaminya membungkuk dan melepas sepatunya. Ia menarik keluar sol sepatunya dan merogoh ke dalam. Ia pun terkejut karena ia menemukan 5 dollar lagi di dalam sepatunya, sama persis seperti 20 tahun yang lalu!

Sang istri pun tersenyum dan berkata, “20 tahun yang lalu, kamu berbohong padaku kalau kamu cuma punya 5 dollar, cuma bisa membeli semangkuk sup sayur, tapi sebenarnya, kamu masih punya 5 dollar lagi yang kamu sembunyikan di dalam sepatumu, untuk nanti aku masih lapar kamu bisa membelikanku semangkuk sup sayur lagi! Saat itu aku sangat terharu. Untung kamu masih ingat! Tidak sia-sia aku menyembunyikannya di sana!”

Sang istri pun memesan 1 mangkuk sup sayur lagi. “Nah, makanlah selagi panas!”, kata istrinya membagikan setengah porsi sup sayur itu kepada suaminya. Selesai makan, manager restoran tersebut yang menyaksikan pembicaraan mereka berdua dari tadi pun bilang tidak usah bayar, bahkan memberikan mereka ongkos untuk pulang!

Sepulangnya ke rumah, sang suami menatap surat cerai yang belum ditandatangani. Ia pun menggaruk-garukkan kepalanya dan merobek surat cerai itu. “Sepertinya aku sudah pikun”, katanya.

Sebelum berpisah atau bercerai, coba pikirkanlah waktu dan jalan yang telah kalian tempuh bersama. Bukanlah suatu hal yang mudah. Orang yang benar-benar mencintaimu mungkin bukanlah orang yang pintar dengan rayuan manisnya dan membuatmu senang setiap hari, namun orang yang mau menemanimu dalam senang maupun susah, dalam suka maupun duka.

Sumber: Today’s Headline

Loading...